Powered By Blogger

Monday, April 21, 2014

Bahaya-bahaya di Pantai

Berlibur di Pantai adalah hal yang amat menyenangkan bagi setiap orang. Pasir putih yang lembut, deburan ombak, angin laut yang segar, riuhnya pepohonan kelapa, dan sebatok es kelapa muda benar-benar membuat liburan serasa di surga. Tapi tahukah anda bahwa bahaya selalu mengintai di segala tempat. Berikut adalah bahaya-bahaya di pantai yang bisa saja merusak liburan anda:

1. Copet pantai


Copet tidak hanya beraksi di bus-bus kota bahkan di pantai sekalipun. Ramainya suasana pantai terkadang membuat orang lengah dan tidak memperhatikan barang bawaan. Hal ini dimanfaatkan oleh para tangan jahil yang siap mengambil semua milik anda. Watch your back!!


2. Ombak besar
Sekalipun anda adalah perenang hebat anda harus tetap memperhatikan keadaan laut yang bisa berubah setiap saat. Ombak besar terkadang datang tanpa kita sadari. Hati-hati ombak besar bisa dengan mudah menggulung anda bulat-bulat. Bahkan mungkin pula ia menarik anda ke tengah laut dan bisa membuat anda meregang nyawa. Beware!

3. Ikan Hiu









Kasus serangan Hiu bisa dibilang jarang terjadi bahkan sampai ada ilmuwan yang menyatakan bahwa "manusia lebih sering mati disambar petir daripada diserang hiu". Di Indonesia sampai saat ini baru tercatat 4 kasus serangan hiu yang semuanya terjadi di Bali. Tetapi bukan tidak mungkin pantai lain di Indonesia menyimpan potensi Hiu. Intinya adalah jika anda wanita dan sedang "menstruasi" jangan masuk ke dalam laut karena Hiu bisa mencium setetes darah dalam 5000 L air laut pada jarak 5 Km. Jangan pula berenang terlalu jauh dari pantai agar bila terjadi serangan anda bisa segera mendapatkan bantuan. Hiu menyerang manusia karena manusia terlihat seperti anjing laut tetapi mereka tidak akan pernah memangsa manusia. Umumnya serangan yang selalu terjadi adalah gigit dan lepas (hit and run). Anda tidak mau kan kehilangan bagian tubuh atau bahkan nyawa karena hewan ini. Beware!

4. Ikan batu

Ikan ini mencari mangsa dengan menyamar menjadi baru di dasar pantai. Apabila anda berjalan di pantai dangkal dan banyak batu sebaiknya gunakanlah alas kaki. Ikan ini mempunyai duri beracun yang bila terinjak oleh anda bisa mengakibatkan gejala keracunan yang kalau tidak segera dirawat bisa menyebabkan kematian.


5. Ikan pari
Anda masih ingat dengan kematian tragis Steve Irwin si "Crocodile Hunter"? Dia meninggal akibat jantungnya tertusuk oleh ekor ikan ini. Ekor ikan ini sangat beracun dan ia akan menusukkan ekornya apabila merasa dirinya dalam bahaya. Sebaiknya hati-hati dengan ikan ini dan jangan sembarangan mengganggu.


6. Blue ring Octopus

Kelihatannya lucu dan menarik bukan? Hati-hati dia mempunyai gigitan yang beracun. Jangan diganggu apabila anda tidak ingin terkena racunnya. Bila anda mencoba untuk mengganggunya anda tidak akan menyadari kapan ia menggigit anda namun ketika anda mengalami sesak napas dan gagal jantung di dalam air, anda baru menyadari kenapa anda tidak boleh mengganggunya. Sampai sekarang belum ada antidote untuk menertalkan racunnya. Beware!

7. Ubur-ubur Kotak

Anda suka menonton film Spongebob Squarepants? Jika ya pasti anda akan melihat banyak ubur-ubur yang lucu. Tapi hati-hati tidak semua ubur-ubur itu jinak dan tidak berbahaya. Anda harus segera menyingkir apabila melihat ubur-ubur ini. Habitat ubur-ubur ini ada di Australia dan Selandia Baru. 

Tahukah anda kenapa dia berbahaya?

Dia memiliki puluhan tentakel sepanjang 3 meter yang siap menyengat anda dengan racunnya yang lebih mematikan dari racun "King Cobra". Sudah banyak yang meninggal akibat hewan ini. Konon kata mereka yang berhasil selamat dari maut, sengatannya terasa seperti disetrum dengan tekanan listrik yang tinggi. 

Kebanyakan perenang atau penyelam yang disengatnya, meninggal hanya dalam hitungan menit. Bahkan sebleum mereka naik ke atas air dan mencari pertolongan. Sekali tersengat, tentakelnya akan tetap menusuk kulit anda. Cara terbaik jika tersengat tentakelnya adalah dengan memberi amonia (Jika tidak ada gunakan air kencing) untuk menertalkan racunnya.

Beware !!



No comments:

Post a Comment