Powered By Blogger

Wednesday, August 27, 2014

Misdinar oh Misdinar II : Siapakah yang bersalah?

Di sebuah paroki ada empat orang Misdinar yang sepakat untuk menyalakan lilin dan berdoa di depan Sakramen Maha Kudus. Mereka sepakat untuk masuk ke dalam kontemplasi dan tidak berbicara sama sekali selama tiga jam.


Setelah satu jam berlalu tiba-tiba bertiuplah angin dan membuat nyala lilin hampir mati.

Melihat itu Misdinar yang pertama berkata "gawat lilinnya tertiup angin dan mau mati".

Misdinar yang kedua kemudian menegurnya, katanya "bukankah kita sudah sepakat untuk tidak berbicara sama sekali selama tiga jam? Mengapa kamu berbicara?

Misdinar yang ketiga berkata "kamu berdua sudah merusak suasana hening ini dengan saling berbicara".

Misdinar yang keempat kemudian dengan bangga berkata "akhirnya hanya aku sendiri yang tidak berbicara, ha ha ha"


Menurut anda siapakah yang bersalah?
Refleksikan dalam hati masing-masing

Tuesday, August 12, 2014

Misdinar oh Misdinar part I

Di sebuah paroki tinggallah dua orang Misdinar (Putra Altar) yang bersahabat baik dan selalu menjalankan tugas bersama-sama

Suatu hari mereka berdua menjalani tugas secara bersama-sama pada Misa Hari Minggu




Setelah Misa selesai salah satu dari mereka berkata kepada temannya, katanya "guys, hari ini kamu kacau sekali, banyak sekali kesalahan yang kamu buat, kamu terlambat duduk ketika bacaan dimulai, terlambat berdiri ketika harus berdiri, bahkan kamu salah hitungan dalam memukul gong"

Kata temannya kepadanya "benar sekali aku begitu kacau dalam tugas hari ini, tetapi apakah kamu mengetahui dari Kitab mana saja bacaan hari ini diambil?"

Kata Misdinar itu "aku tidak tahu"

Kata temannya "apa kamu mengetahui isi homili yang disampaikan romo tadi?"

Kata Misdinar itu "aku tidak tahu"

Kata temannya "mengapa kamu tidak tahu?"

Kata Misdinar itu "aku terlalu memperhatikan segala kesalahanmu dalam Misa tadi, aku hanya memperhatikan segala bentuk gerakanmu dalam Misa"

Kata temannya "Sahabatku kamu hanya memikirkan soal tata gerak, kamu terlalu fokus dalam melihat dan mencari kesalahan orang lain bahkan kesalahan sahabatmu sendiri, sampai Tuhan yang bersabda didepanmu sepanjang Misa tadi tidak kamu hiraukan"



Kelanjutannya, refleksikanlah dalam diri anda masing-masing....

Sunday, August 10, 2014

Keterbatasan yang mencintai keterbatasan

Suatu hari di sebuah negara bagian Amerika Serikat, seorang anak sedang berjalan di tepi jalan raya dan melihat sebuah Pet Shop yang memasang tulisan "disini menjual anak anjing"


Ia pun masuk dan bertemu dengan si pemilik toko dan berkata kepadanya "tuan aku hendak membeli seekor anak anjing untuk menjadi temanku bermain"

Kata pemilik toko itu "Kamu adalah pembeli pertama bagi anak-anak anjing yang kupunya baiklah akan kupanggil mereka dan masing-masing berharga sebesar 150 Dollar". Lalu pemilik toko itu membuka pintu sebuah ruangan dan keluarlah seekor Induk Anjing dan anak-anak anjing yang sedang berlari-lari sambil bermain. Kata pemilik toko "nah sekarang pilihlah anak anjing yang mana yang akan kamu beli?"

Ketika si anak itu sedang memilih, ia melihat ada seekor anak anjing yang baru saja keluar dari ruangan. Ternyata anak anjing yang baru keluar itu memiliki cacat di kaki belakangnya sehingga tidak bisa berlari dan mengejar induk serta saudaranya.
Kata anak itu "tuan aku ingin membeli anak anjing yang baru saja keluar itu"

Tetapi kata si pemilik toko "jangan nak, anak anjing itu tidak bisa berlari karena cacat, ia tidak bisa bermain seperti anjing normal lainnya"

Tetapi si anak itu tetap mengatakan "tuan sekalipun dia cacat aku ingin memilikinya"

Kata si pemilik toko "jika kamu tetap ingin memilikinya aku akan memberikan dia secara gratis kepadamu"

Tetapi si anak berkata "tuan sekalipun dia cacat dia tetap berharga dan aku akan tetap membayarnya, sekarang ini aku belum memiliki uang sebanyak 150 Dollar tetapi aku berjanji selama 15 hari aku akan datang kesini dan membayar 10 Dollar per harinya".

Kata si pemilik toko "nak aku tidak keberatan jika kamu tidak bisa membayar penuh saat ini tapi pikirkanlah lagi keputusanmu untuk membelinya, ia anjing cacat yang tidak bisa berlari dan bermain, apa yang bisa kamu harapkan darinya?"

Kemudian si anak mengangkat celana sebelah kanannya dan terlihatlah bahwa si anak memiliki cacat di kaki sebelah kanannya.

Anak itu berkata "tuan lihatlah kakiku ini juga cacat dan sama seperti anak anjing itu aku juga tidak bisa bermain dan berlari seperti anak lain, karena itu aku bisa memahami apa yang anak anjing itu rasakan, dan aku akan menjadi teman bermainnya karena aku merasakan kesedihannya saat melihat saudaranya yang lain bisa berlari"

Si pemilik toko amat terharu kemudian sambil menangis ia memberikan anak anjing yang cacat itu dan berkata "nak sesuai keinginanmu ambillah dia, aku berharap dan berdoa semoga semua anjing di dunia memiliki majikan yang sebaik dirimu"

Kemudian anak itu pun pergi bersama anak anjing itu dan menjadi teman baik selama hidupnya.