Powered By Blogger

Friday, December 18, 2015

Jika saya menjadi: orang tua

Sebelumnya niat menulis tentang fenomena-fenomena uniki yang terjadi di Jakarta, tapi entah kenapa akhirnya milih tema ini untuk coba ditulis dalam blog

Hari ini, 18 Desember 2015 rasanya menyedihkan setelah berhari-hari memantau berita sepak bola, akhirnya muncul berita mengejutkan yaitu "Jose Mourinho dipecat Chelsea untuk kedua kalinya". Sungguh sedih karena saya adalah pendukung Chelsea dan terutama penggemar Mourinho. Tapi ya sudahlah semoga Mou sukses di masa depannya, ia pelatih yang hebat dan bergelimang gelar.

Eitss kembali ke laptop, mengapa saya menulis ini? karena seringkali saya merasa kritis terhadap sikap dan perlakuan orang dewasa (baca: orang tua) di seluruh dunia. Saya juga terpengaruh dengan pemikiran kritis Antoine De Saint Exupery, penulis terkenal dari Prancis mengenai gambaran orang dewasa saat ini. 

Ya singkat kata, saya membayangkan seandainya nanti jalan hidup memang menuntun saya menjadi orang tua, kira-kira inilah yang akan saya ajarkan kepada anak saya:

Friday, September 4, 2015

Severus Snape: Arti sebuah Cinta Sejati

lama nggak menulis blog akhirnya dapat inspirasi juga hehehe
Kemarin setelah bosan dan cape kerjain tugas akhir non skripsi akhirnya saya memilih untuk istirahat dan menonton film-film lama. Alhasil pilihan pun jatuh ke film Harry Potter, dan setelah diingat-ingat yang pertama kali saya bayangkan adalah Severus Snape.

Penggemar Harry Potter mana yang tidak tahu Severus Snape?
Tokoh fiksi dari novel dan film Harry Potter karangan J.K. Rowling
Kehebatan JK Rowling dalam memutarbalikkan tanggapan penggemar terhadap Snape merupakan kehebatan seorang Novelis yang luar biasa.

Siapa tidak benci dengan Severus Snape di awal-awal serial Harry Potter, ia terlihat terang-terangan membenci Harry dan terlihat amat tidak suka terhadap Harry Potter. Bahkan beberapa kali ia terlihat berusaha untuk mengurangi poin asrama Gryfindor dengan mencari kesalahan Harry.

Friday, April 10, 2015

Tangan yang terbuka dan menutup

Cerita singkat nan bijaksana ini merupakan salah satu dari ribuan cerita kebijaksanaan yang ada dalam agama Buddha, secara khusus saya menemukannya dalam salah satu buku cerita agama Buddha Zen (Aliran Buddha dari Jepang)

Akhirnya cerita ini saya ceritakan lagi dengan bahasa sendiri dan tentunya dengan memasukkan unsur-unsur Kristiani ke dalamnya. Ceritanya adalah demikian:




Suatu hari di sebuah daerah tinggallah seorang kaya yang bernama Zakia (mungkin saja saudaranya Zakheus, ini imajinasi saya hehehe, dalam cerita aslinya tidak disebutkan namanya). Ia adalah seorang kaya raya yang terkenal amat pelit dan tidak pernah mau untuk membagikan hartanya kepada orang lain. Tetapi sekalipun ia kaya ia amat tidak bahagia dan ia terus mencari kebahagiaan

Suatu hari Yesus melewati tempat itu (jangan dicari di Alkitab, Tradisi, apalagi Magisterium tidak akan ada, ini hanya imajinasi saya hehehe, dalam cerita aslinya yang datang adalah seorang Biksu). Yesus melihat Zakia dan akhirnya datang serta berkata kepada Zakia "Hai apakah kamu adalah orang kaya yang amat terkenal itu?

Kata Zakia "benar tuan apakah tuan adalah seorang pendatang baru sehingga tidak mengenal aku hahaha?

Kata Yesus " Ya aku baru saja melewati tempat ini untuk mengajar, baiklah aku ingin bertanya kepadamu"

Kata Zakia "oh tentu silahkan saja bertanya apapun terutama aku senang dengan pertanyaan yang berhubungan dengan bisnis"

Kata Yesus "jika tanganku selalu terbuka, menurutmu siapakah Aku?"

Kata Zakia "berarti kamu orang cacat"

Kata Yesus "mengapa demikian?"

Kata Zakia "karena ada kalanya tangan kita harus menutup"

Kata Yesus "baiklah, sekarang seandainya tanganku selalu tertutup, menurutmu siapakah Aku?

Kata Zakia "sama saja itu berarti kamu orang cacat"

Kata Yesus "mengapa demikian?"

Kata Zakia "karena ada kalanya tangan kita harus terbuka"

Kata Yesus "Wah memang benar kamu adalah orang kaya yang hebat dan seandainya kamu mengerti apa maksudKu menanyakan ini maka kamu adalah orang kaya yang sungguh bahagia"

Seketika itu juga Zakia sadar akan sifatnya kemudian ia berlutut dan menangis sambil berkata "tuan setengah dari milikku akan kuberikan untuk orang miskin, dan sekiranya ada yang kuambil dari orang lain maka aku akan mengembalikannya empat kali lipat"

Kata Yesus "bangunlah dan perbuatlah demikian" lalu Ia meneruskan perjalananNya.

Akhirnya sejak saat itu Zakia menjadi orang kaya yang amat bijaksana, ia akhirnya mengerti bagaimana ia harus menggunakan hartanya".


NB: sekali lagi jangan mencari cerita di atas dalam Alkitab, Tradisi Gereja, dan Magisterium karena tidak ada hehehe cerita di atas hanyalah sebuah cerita dari agama Buddha yang saya ceritakan lagi dengan bahasa sendiri dan saya masukkan unsur Kristiani.

Monday, February 9, 2015

Tuhan memayungi orang yang patah hati

Alasan utama yang membuat saya menulis mengenai ini adalah Mazmur antar bacaan yang dinyanyikan pada Misa hari Minggu kemarin yaitu "Tuhan menyembuhkan orang yang patah hati" (Mzm 34:19). Sungguhkan Ia menyembuhkan anda yang sedang patah hati?


Sebelum itu tentunya harus diketahui apakah itu patah hati?
Patah hati, apakah itu patah hati? Patah hati merupakan keadaan dimana seseorang merasakan sakit hati yang luar biasa. Saat dimana seseorang merasa melakukan kegagalan yang fatal dan tidak diperbaiki lagi. Keadaan dimana seseorang merasa bahwa tidak ada harapan untuk apa yang telah terjadi sehingga segalanya menjadi gelap dan gelap.

Patah hati bisa terjadi ketika seseorang merasa kecewa karena pekerjaan, masalah keluarga, masalah studi, atau yang paling umum adalah masalah percintaan. Entah kenapa patah hati selalu dikaitkan dengan urusan percintaan karena tidak semua peristiwa patah hati terjadi akibat cinta. Tetapi karena cinta adalah segalanya maka cinta bisa membuat orang menjadi gila. Karena cinta membuat orang menjadi gila maka seringkali cinta membuat orang menjadi patah hati. Tetapi intinya patah hati bisa terjadi dalam segala hal. Contoh saja ketika anda mengincar suatu jabatan di tempat kerja dan karena terlalu mengharapkannya, anda mengorbankan segala sesuatu tetapi tetap gagal. Anda pasti akan patah hati. Tetapi seringkali memang patah hati terjadi karena urusan cinta. 

Tuesday, February 3, 2015

Tukang Kayu dan Dewa Danau

Sebenarnya cerita ini merupakan cerita rakyat di Eropa pada zaman dahulu, cerita ini sarat dengan nilai kejujuran

Suatu hari hiduplah seorang tukang kayu yang sudah tua dengan kapaknya yang sudah usang
Ketika ia sedang menebang kayu di pinggir sungai tanpa sengaja jatuhlah kapaknya ke dalam danau

Ia pun menangis dan terus meratapi kesialannya, tangisannya didengar oleh dewa danau yang menguasai danau tersebut

Sang Dewa pun muncul dan bertanya, katanya "mengapa kamu menangis wahai manusia penebang kayu?"

Tukang kayu itu berkata "kapakku satu-satunya yang selalu kujaga, satu-satunya alatku untuk mencari uang untuk membeli makan terjatuh ke dalam danau, aku tidak bisa berenang dan danau ini airnya sangat dalam".

Sang Dewa berkata "baiklah akan kuambilkan kapakmu itu", tidak lama kemudian Sang Dewa muncul lagi sambil membawa kapak yang berwarna emas, kemudian berkatalah Dewa "apakah ini adalah kapak milikmu?"

Tukang kayu itu berkata "bukan itu bukan kapakku".

Kemudian Sang Dewa membawa lagi sebuah kapak yang berhiaskan permata dan bersinar terang, lalu berkatalah Dewa "apakah ini adalah kapak milikmu?"

Tukang kayu itu berkata "bukan itu bukan kapakku".

Kemudian Sang Dewa membawa lagi sebuah kapak yang sudah usang dan rusak yang merupakan kapak si tukang kayu itu, lalu berkatalah Dewa "apakah ini kapak milikmu?

Tukang kayu itu berkata "betul itulah kapakku".

Kata Dewa itu "kamu adalah orang jujur pertama yang aku temui di negeri ini, sebagai hadiah atas kejujuranmu aku memberikanmu semua kapak ini, pakailah dan gunakanlah untuk hidupmu.

Tukang kayu itu berterima kasih dan pulang dengan bahagia

Cerita aslinya berakhir disini, tetapi saya coba menambahkan sedikit cerita (dikutip dari berbagai sumber juga), dan semoga menjadi refleksi, ceritanya adalah sebagai berikut:

Beberapa hari setelah itu, Tukang kayu tersebut kembali menangis di pinggir sungai dan kali ini ia menangis begitu kencang hingga Dewa Danau pun kembali muncul dan berkata kepadanya

Kata Dewa itu "mengapa kamu menangis lagi wahai tukang kayu, bukankah kamu sudah mendapatkan kapak yang lebih bagus?"

Tukang kayu itu berkata "istriku, satu-satunya wanita yang paling kucintai di dunia ini, belahan jiwaku tenggelam ke dalam danau, aku tidak bisa menolongnya karena aku tidak bisa berenang dan air danau ini sangat dalam".

Sang Dewa berkata "baiklah akan kuambilkan istrimu", tidak lama kemudian Sang Dewa muncul lagi dan membawa seorang wanita yang amat cantik dan memakai gaun yang bersinar terang, berkatalah dewa "apakah wanita ini adalah istrimu?"

Tukang kayu itu berkata "benar, itu adalah istriku!"

Sang Dewa dengan kecewa berkata "baru beberapa hari yang lalu aku mengenalmu sebagai orang yang paling jujur tetapi sekarang kamu berniat membohongi aku, apakah kamu tidak tahu bahwa aku adalah Dewa?
Tukang kayu itu berkata "maaf Dewa, saya tidak bermaksud membohongi Dewa, hanya saja saya takut seandainya saya berkata "bukan itu bukan istri saya". Saya takut Dewa akan membawa wanita lain yang lebih cantik dan jika saya berkata tidak lagi maka Dewa akan membawa yang lebih cantik lagi. Sampai akhirnya Dewa akan membawa istri saya yang asli dan memberi semua wanita itu bagi saya. Saya takut jika itu sampai terjadi, saya tidak ingin membohongi kesetiaan saya kepada istri saya. Akhirnya saya terpaksa berbohong dan maafkanlah saya yang telah berbohong"

Sang Dewa dengan heran berkata "sungguh kamu adalah orang yang paling jujur dan setia yang pernah aku temui, oleh sebab itu ini ambillah kembali istrimu, dan sebagai hadiah atas kejujuranmu aku akan memberikanmu berkat, setiap kali kamu datang ke danau ini, danau ini akan memberikan segala jenis makanan untuk menghidupi kamu, pulanglah, bergembiralah, dan jagalah satu-satunya wanita yang kamu cintai itu"

Akhirnya tukang kayu dan istrinya itu pulang dengan bahagia.


Selamat berfeleksi, Tuhan Yesus Memberkati, Bunda Maria merestui.....