Powered By Blogger

Friday, November 7, 2014

Kisah sedih para sahabat pembantu manusia

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah  banyak  ; penuhilah bumi  dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas  ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.  " (Kej 1:28)

Itulah bunyi ayat yang memberi kuasa bagi manusia untuk berkuasa atas segala ciptaan di dunia. Tetapi pada kenyataannya, seringkali ayat tersebut disalahartikan oleh beberapa orang yang mennganggap karena dirinya berkuasa maka ia boleh menganiaya ciptaan lainnya.

Pada posting kali ini secara khusus saya ingin menyoroti masalah penganiayaan hewan yang kerap terjadi di beberapa tempat

Suatu kali ketika hendak ke kampus saya menemukan anak kucing yang terpisah dari induknya sedang mengeong kelaparan. Sayangnya sama sekali tidak ada orang yang mau menolongnya, saya sendiri tidak bisa membawanya ke rumah karena saya memiliki anjing yang bisa saja membunuh si anak kucing saat saya tidak di rumah. 

Akhirnya saya memutuskan untuk memberikannya susu dan saya mencari rumah kosong untuk meletakannya (minimal supaya dia tidak terancam dengan motor dan mobil di jalanan). Sayangnya saya tidak menemukan si anak kucing ketika saya pulang, dan sampai saat ini saya tidak tahu nasibnya. Semoga ia sudah bertemu dengan induknya lagi.

Sebagai pencinta dan pelatih anjing saya sering merasa iba ketika melihat anjing yang kelaparan di pinggir jalan. Setiap hari di salah satu group facebook untuk pencinta anjing selalu ada laporan mengenai anjing terlantar. Saya sedih mendengarnya dan ingin menolong tetapi sayangnya keluarga saya sudah banyak memiliki anjing.




Saya tidak pernah mengerti apa yang membuat manusia dengan mudahnya membuang binatang atau menyiksa binatang  dan membuatnya terlantar!

Kebanyakan (sekitar 85%) kasus anjing terlantar disebabkan oleh manusia yang membuangnya. Seringkali banyak orang dengan angkuhnya memelihara anjing sejak kecil dan ketika sudah besar membuangnya karena menganggapnya tidak lucu lagi. Padahal setiap breeder yang baik pasti akan menanyakan komitmen dari pembeli anjing, apakah si pembeli akan dengan setia merawat anjingnya?

Lebih parahnya lagi, para breeder banyak yang tidak menanyakan komitmen pembeli dan dengan senangnya mengawinkan anjing-anjing dengan cepat. Sehingga para anjing menjadi objek semata demi keuntungan! Padahal meskipun mereka adalah binatang namun mereka memiliki hati dan kesetiaan kepada tuannya. 

Berbeda dengan ayam, anjing dan kucing bukanlah hewan ternak, mereka adalah hewan peliharaan yang mampu memberikan kesetiaan bagi manusia. Dalam hal ini terutama anjing yang memiliki kesetiaan sangat besar kepada tuannya.

Bagi anda yang pernah menonton film "Hachi a dog's story" pasti anda tahu betapa setianya seekor anjing. Bagaimana bisa seekor anjing mampu menanti tuannya selama 9 tahun padahal tuannya sudah meninggal dunia? Hal tersebut menunjukkan terkadang kesetiaan manusia yang berakal budi kalah oleh kesetiaan seekor anjing yang tidak memliki akal budi. Ironis! Memang sangat ironis.

"Kesetiaan itu tidak akan pernah habis selama-lamanya"
(Film Hachi A Dog's Story)

Tetapi saat ini semakin banyak pula orang yang peduli dengan keadaan para sahabat manusia itu, salah satunya adalah Drh (Dokter Hewan) Susan Somali yang mendirikan "Pejaten Animal Shelter" yang saat ini tengah menampung sekitar 300 anjing terlantar! Harapannya adalah ada orang yang berniat peduli dan mau untuk menyayangi sesama ciptaan lainnya sehingga semakin hari jumlah anjing terlantar diharapkan semakin berkurang.  Apalagi perlindungan hewan di Indonesia sudah diatur dalam undang-undang (KUHP  302) dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara bagi orang yang menyiksa dan menelantarkan hewan peliharaan.




Sebagai makhluk berakal budi marilah kita semua untuk tidak melupakan hewan-hewan yang sudah banyak membantu kita. Jangan menjadikan hewan-hewan itu sebagai pemuas kebutuhan dan kekayaan belaka.

Sebagai penganut Katolik yang taat, saya amat mendalami spiritualitas yang diajarkan oleh Santo Fransiskus Assisi yaitu "menjadikan segala makhluk sebagai saudara"




Sudah waktunya kita semua melakukan rekonsiliasi dan berdamai dengan para ciptaan lainnya. Tumbuhan, Binatang, dan segala ciptaan lainnya juga memiliki hak hidup. Memang kita berkuasa atas ciptaan liannya (Kej 1:28) tetapi itu tidak berarti kita sebagai manusia boleh bertindak sewenang-wenang terhadap para ciptaan lain. Melainkan kita harus menjaga, melestarikan, dan bersahabat dengan segala ciptaan lainnya.

Itulah kuasa yang diberikan Allah ketika Ia menciptakan manusia, yaitu kuasa untuk bertanggung jawab menjaga segala ciptaan yang ada karena Allah pun tidak hanya menciptakan tetapi juga menjaga segala ciptaan-Nya.