Powered By Blogger

Monday, March 28, 2016

Beberapa kesalahan dalam mencintai (Part I)

Salam semua, setelah lama nggak nulis karena pusing urusin lamaran nikah (baca: lamaran kerja) akhirnya mulai coba ngeblog lagi. Kali ini isinya bukan rohani seperti biasanya (lama-lama jadi Ahli Taurat saya), dan juga film. Kali ini saya lebih ingin membahas beberapa kesalahan yang sering terjadi saat seseorang mencintai orang lain. Ya ini berdasarkan pengalaman pribadi dan juga beberapa orang lainnya. 

Lao Tzu pernah berkata "mencintai seseorang memberimu keberanian". Cinta memang membuat manusia menjadi berani, cinta memang mampu membuat manusia yang lemah melakukan segalanya. Akan tetapi di sisi lain keberanian atas nama cinta itu sering berujung pada kesalahan-kesalahan fatal dalam memaknai apa itu cinta.


1. Cinta tidak harus memiliki

Sering kita mendengar lagu atau orang mengatakan "cinta itu tidak harus memiliki". Apakah benar demikian? Jika demikian maka apakah arti cinta yang sesungguhnya? 

Kalau cinta tidak harus memiliki maka cinta itu berarti sia-sia, karena pada dasarnya cinta harus memiliki. Akan tetapi yang dimaksud dengan "cinta harus memiliki" adalah memiliki kebahagiaan orang yang dicintai. Bukan memiliki dirinya tapi memiliki kebahagiaannya sekalipun kita bukanlah bagian dari kebahagiaan yang ia dapatkan. Well, it's easy to tell but hard to do, but it's doesn't mean impossible.

Sejauh ini satu-satunya kisah perjuangan bagi kebahagiaan orang yang dicintai baru saya lihat dalam salah satu tokoh fiksi Harry Potter, anda tau siapa? klik disini "Severus Snape and his True Love"
-Love is when all you want is that person to be happy even if you're not being a part of their happiness-
(Julia Robert)

Melakukan cinta yang seperti itu memang butuh proses dan butuh hati yang luar biasa, tapi percayalah jika berhasil melakukannya kita akan menjadi manusia yang bahagia karena mampu mencintai. Bersyukurlah jika kamu masih bisa mencintai, hehehe.


2. Cinta yang menimbulkan ketergantungan

Ketika cinta menimbulkan ketergantungan maka itu bukanlah cinta yang sehat. Mengapa? Karena cinta yang sejati adalah cinta yang membebaskan bukannya mengikat. Dalam hal ini seringkali ada kasus dimana orang tidak bersemangat, mengejar-ngejar, atau bahkan mengakhiri hidup demi cintanya. 

Jika sudah demikian maka dapat dikatakan cinta yang demikian adalah cinta yang palsu dan buta. Cinta yang sejati lahir dari kedalaman hati dan tidak membuat seseorang menjadi budak dari perasaannya. Jika sudah demikian ada baiknya orang tersebut merefleksikan cintanya apakah sudah benar ia mencintai? Apakah cintanya lahir dari kemurnian hati? Ataukan ia mencintai karena ia membutuhkan?





Hidupmu lebih berharga jika dikorbankan begitu cepat hanya karena cinta yang buta.

Kata orang cinta itu buta, ya benar cinta itu buta jika kita salah memaknai cinta. Seharusnya cinta tidak membuat orang menjadi buta. Cinta harusnya menjadi lampion yang menerangi jalan dan menunjukkan jalan.

Jika cinta itu lahir hanya karena berdasarkan kebutuhan sebaiknya tinggalkan hal itu, pergilah, dan refleksikan apa arti cinta yang sesungguhnya.

-Love is, i love you because i love you, not i love you because i need you-

3. Cinta adalah mendapatkan yang sempurna

Kita selalu mendengar kata "no one perfect". Ya, tidak pernah ada orang yang sempurna dalam segala perbuatannya. Kalau kita bicara soal cinta, masalah utama kesempurnaan yang dicari biasanya adalah masalah fisik. Apakah kulitnya putih atau gelap, apakah wajahnya seperti orang Korea, apakah ia tampan atau cantik, apakah, dan apakah.

Ada satu kisah yang saya suka, kisahnya adalah berikut:
Ada seorang pria yang sedang mencari wanita untuk dinikahi, bertemulah ia dengan seorang perempuan yang pandai memasak, pintar bicara, hanya ia tidak terlalu cantik, wajahnya memiliki beberapa luka bekas jerawat sepertinya, akhirnya pria ini pergi mencari yang lain. Kemudian bertemulah ia dengan seorang perempuan yang begitu cantik jelita, wajahnya begitu mulus, tapi perempuan ini tidak pintar masak dan bicara, akhirnya pergilah si pria ini mencari yang lain. Kemudian bertemuliah ia dengan seorang perempuan yang cantik jelita, pintar memasak, dan pintar becara. Akan tetapi, si pria tidak bisa menikahinya, mengapa? karena perempuan yang cantik, pintar masak, dan pintar bicara itu mencari laki-laki yang sempurna.
-Disadur dari buku "Si cacing dan kotoran kesayangannya" karya Ajahn Brahm-


Kalau kamu mencari yang sempurna, maka itu adalah usaha sia-sia. Semakin mencari yang sempurna semakin kamu tidak akan menemukannya. Tapi apabila kamu mencari di antara yang tidak sempurna, percayalah kamu akan menemukannya.

Lebih baik mencari yang tidak sempurna dan melengkapinya dengan dirimu yang tidak sempurna, maka muncullah yang sempurna. Karena kesempurnaan hanya dapat ditemukan dan dibentuk dari ketidaksempurnaan.


4. Cinta yang mengekang

Kasus ini biasanya terjadi di kalangan anak remaja awal (SMP-SMA), di masa-masa remaja mengalami cinta yang disebut cinta monyet. Kalau kita sering mendengarkan, pasti sering terdengar kata-kata "pacar gw overprotect banget deh, kemana-mana ikut, gak bisa bebas, dikit-dikit harus kasih kabar". Uniknya di kalangan anak kuliahan pun hal ini masih sering terjadi. Hal ini terjadi karena sering orang pacaran berpikir bahwa pacarnya adalah miliknya saja, dunia hanya untuk mereka berdua. Sehingga hilanglah segala kebebasan, hilanglah sikap saling memeprcayai, padahal kepercayaan adalah dasar cinta yang harus dijaga.


Kemana-mana dikekang, dikit-dikit harus kasih kabar, kemana-mana diarahin dan harus nurut, itu pacar atau komandan perang? Hehehe

Cinta yang sejati tidak akan mengekang dan menutup tapi memberikan kebebasan dan kepercayaan pada yang dicintai. Kalau ternyata karena kebebasan jadinya dibohongi, berarti memang dia bukan yang terbaik untukmu. Karena kebebasan cinta yang sejati harus dilakukan dengan bertanggungjawab dengan menjaga kepercayaan yang diberikan.


NB: Coming Soon Part 2, mohon kritik dan saran yang membangun hehehe
Tuhan memberkati



1 comment:

  1. Menakjubkan! Satu kata yang dapat saya ucapkan ketika membaca seluruh bagian 1 ini. Begitu dalam dan begitu indah. Saya kagum dengan Sdr. Nikolas.

    Mungkin, jika boleh menambahkan sedikit di bagian "Love is..."

    "Love is, i need you because i love you, not i love you because i need you."

    (Saya tunggu kelanjutannya ya. Terima kasih)


    Salam,

    ReplyDelete