Powered By Blogger

Wednesday, March 2, 2016

Ayah yang baik hati

Kalau melihat judul diatas pastilah kita semua berpikir tentang sosok seorang ayah yang dengan sedemikian rupa menyelamatkan anaknya. Tapi apa yang diceritakan disini sungguh jauh dari pandangan orang banyak. Kisah ini saya dapatkan dari buku agama waktu SMP dulu, dan saya lupa darimana sumbernya. Tapi kira-kira beginilah ceritanya:
Alkisah suatu hari di Spanyol tinggallah dua orang anak laki-laki yang bersahabat baik. Mereka adalah Fernando dan Pedro.

Fernando adalah anak yang baik dan ia selalu membantu ayahnya saat melaut, dan ia rajin pergi ke gereja setiap hari. Sementara itu, Pedro adalah anak yang tidak merasakan kasih dalam keluarganya, ia anak yang nakal, tidak pernah pergi ke gereja, dan kerjanya adalah mabuk-mabukan dan berjudi setiap hari.

Suatu hari, Fernando mengajak Pedro untuk pergi bersamanya ke gereja, akan tetapi Pedro menolaknya.

"Ah, kamu itu benar-benar bodoh Fernando, Tuhan itu tidak ada, Tuhan tidak pernah ada Fernando", kata Pedro.

"Tidak, Tuhan itu selalu ada, hanya saja kamu belum menemukan Tuhan", kata Fernando.

"Kalau begitu kenapa Tuhan tidak menemukan aku? apakah Ia tidak bisa menemukan aku, hahaha" kata Pedro.

"Percayalah Pedro suatu hari nanti kamu akan menemukan Tuhan", kata Fernando sambil memberinya sebuah salib.

"Baiklah Fernando, salib yang tidak berguna ini akan aku simpan, dan aku akan menunggu sampai Tuhan menemukan aku, salib ini akan aku simpan dan aku akan buktikan bahwa nanti pasti kamu akan melihat bahwa Tuhan tidak pernah ada, kata Pedro.

Setelah itu mereka pun pergi ke tempat masing-masing. Fernando ke gereja sedangkan Pedro kembali berjudi dan mabuk-mabukan.

Suatu hari Fernando mengajak Pedro untuk bersama ia dan ayahnya pergi melaut. Awalnya Pedro menolak, namun karena tidak enak hati menolak permintaan sahabatnya akhirnya ia menyetujui. Kemudian pergilah mereka bersama ke laut untuk mencari ikan. Awalnya laut sangat bersahabat,  dan dengan cepat mereka mendapatkan banyak ikan. Setelah merasa cukup mendapatkan ikan, mereka pun hendak kembali ke pelabuhan.

Akan tetapi tiba-tiba awan badai datang dan tidak lama kemudian laut bergemuruh, ombak menjadi begitu besar, dan badai benar-benar mengamuk. Dalam keaadan begitu mencekam, ombak yang besar mendorong kapal mereka dan membuat Fernando serta Pedro terlempar dari kapal. Sang ayah tidak ikut terlempar karena ia berpegang pada tiang kapal.

Kemudian sang ayah mendengar teriakan kedua anak itu, ia pun bergegas mencari tali untuk menolong tapi ternyata hanya ada satu tali penyelamat di kapal itu. 

Anaknya, Fernando berada jauh di sisi kiri kapal, sementara itu Pedro berada di sisi kanan kapal. Dalam keadaan yang begitu mencekam hanya ada satu pilihan "siapa yang hidup dan siapa yang mati". 



Fernando berteriak "jangan pikirkan aku, tolonglah sahabatku"
Sementara Pedro berteriak "jangan pikirkan aku, selamatkan saja anakmu, biarkan diriku berakhir disini"

Sekonyong-konyong sambil menangis sang ayah melemparkan talinya ke sisi kanan dan selamatlah Pedro. Bersamaan dengan itu, ombak yang besar menelan Fernando dan ia tidak pernah ditemukan lagi.

Bertahun-tahun kemudian,  suatu hari setelah perayaan Ekaristi, seorang anak bertanya kepada seorang Pastor yang sudah tua.

"Pastor, apakah pastor mengetahui ada sebuah legenda terkenal di kota ini?", tanya anak itu

"Oh ya, legenda apakah itu?

"Ibuku berkata, bahwa di kota ini ada sebuah legenda tentang seorang ayah yang mengorbankan nyawa anaknya demi menyelamatkan teman anaknya, anaknya adalah seorang yang baik sementara teman anaknya itu adalah seorang penjudi dan tukang mabuk", kata anak itu

"Apakah legenda itu benar pastor? apakah ada seorang ayah yang sampai berbuat demikian?", lanjut si anak.

Pastor tua itu kemudian terdiam, matanya berkaca-kaca, ia kemudian mengambil sebuah salib dari dalam sakunya, sambil berlinang air mata, pastor itu berkata: "anakku, legenda itu benar dan akulah orang yang diselamatkan oleh ayah yang baik hati itu, ia memberikan aku kesempatan untuk mengubah diri, ia memberi aku kesempatan untuk mengenal Tuhan dengan mengorbankan anaknya, akulah Pedro si penjudi dan pemabuk yang diberi kesempatan untuk berubah dan mencintai Tuhan"

No comments:

Post a Comment