Powered By Blogger

Saturday, May 17, 2014

Apakah engkau adalah Yesus?

Suatu hari ada tiga orang karyawan eksekutif yang sedang berada di luar negeri dan sedang menuju pesawat yang akan mengantar mereka pulang ke negaranya. Mereka sudah berjanji kepada istri mereka masing-masing untuk pulang pada hari itu juga. Dalam perjalanan menuju pesawat, salah seorang dari mereka tanpa sengaja menyenggol keranjang apel yang dijual seorang anak hingga tumpah berantakan.

Seorang dari mereka tergerak oleh belas kasihan dan ia terus memikirkan anak penjual apel yang apelnya dijatuhkan oleh temannya. Sesaat sebelum menaiki pesawat ia benar-benar tergerak oleh belas kasihan dan ia pamit kepada temannya seraya menitipkan pesan untuk disampaikan kepada istrinya. Bahwa ia akan menaiki pesawat berikutnya dan akan pulang telat dari waktu yang sudah ia janjikan.

Ia kembali kepada anak penjual apel tersebut dan ia melihat bahwa anak penjual apel tersebut adalah orang buta. Banyak orang-orang yang lalu lalang di sekitar anak itu tapi tidak seorang pun yang mau membantu anak itu.

Anak itu berusaha meraba-raba lantai untuk memungut apel yang berjatuhan sambil menangis tersedu-sedu. Beberapa apelnya bahkan sudah hancur dan diinjak orang yang lewat. Karyawan ini kemudian membantu si anak memunguti apel yang tersisa dan ia memberikan uang 50 USD sambil berkata, katanya:

"Terimalah ini untuk keperluanmu dan ganti rugi apel yang rusak, semoga peristiwa ini tidak membuat kamu bersedih"

Ketika karyawan itu akan meninggalkan anak itu, anak itu spontan memegang dan menahan kaki karyawan itu, dan sambil menangis tersedu-sedu ia berkata, katanya

"Tuan apakah engkau adalah Yesus?"

Si karyawan berkata

"Bukan nak, aku hanyalah seorang pengikutNya yang penuh dengan dosa"




Cerita ini berakhir sampai disini tetapi bagi orang yang suka berefleksi cerita ini menjadi sebuah bahan renungan. Apakah kamu adalah Yesus? tentunya bukan. Tetapi apakah kamu masih bisa berbelas kasih seperti Yesus?


Jawabannya ada dalam diri setiap orang masing-masing.

No comments:

Post a Comment