Powered By Blogger

Tuesday, March 1, 2016

Tuhan Yesus sudah tidak punya tangan lagi

Selama perang dunia II, ada sebuah Gereja kecil di Frankfut, Jerman yang hancur berantakan akibat dibom oleh pasukan sekutu. Setelah perang usai dan Jerman kalah, para warga paroki kembali memperbaiki Gereja tersebut. Salah satu yang hancur lebur adalah patung Yesus, beruntung hancurnya tidak parah dan bisa disatukan lagi. Akan tetapi ketika semua runtuhan patung telah dikumpulkan, mereka tidak dapat menemukan kedua tangan patung itu.

Thursday, February 11, 2016

Bocah kecil di depan toko roti

Salam Damai, hehehe
Kali ini saya ingin membagikan sebuah kisah yang sebenarnya sudah terkenal namun dalam versi lain
Kisah ini mirip dengan apa yang pernah saya tulis dalam artikel  Engkaukah Yesus?
Jadi sebenarnya kisah ini hanyalah versi lain dari cerita yang sudah terkenal tersebut
Ceritanya seperti ini:

Wednesday, February 10, 2016

Pelajaran dari film Game Of Thrones

Salam Damai, hehehe sebelunya sudah pernah nulis suatu review yang berisi top moments dalam film epik The Lord Of The Rings, bisa dilihat disini (Top moments LOTR), dan juga tentang salah satu karakter utama dalam serial Harry Potter (Snape Always)

Kali ini, saya ingin membahas beberapa pelajaran dari film serial Game Of Thrones. Tapi bagi anda yang belum menonton dan tidak ingin terkena Spoiler, jangan lihat isi blog saya kali ini hehehe.

Siapa yang tidak tahu film ini? Film serial nomor satu yang merajai HBO saat ini.
Terlepas dari konten dewasa (20+) yang hampir selalu ada di setiap episodenya, film ini menampilkan sebuah plot dan twist yang sangat hebat. Tidak mudah ditebak dan rumit itulah sifat film ini. Dapat dilihat dari banyaknya tokoh protagonis yang mati di tengah jalan. Padahal awalnya penonton mungkin sangat mengharapkan tokoh tersebut mampu membalikkan keadaan film. Sayang seribu sayang banyak dari mereka yang mati di tengah jalan. Tapi yang akan dibahas disini bukanlah hujatan terhadap produser dsb tapi beberapa hal yang bisa kita pelajari dari film ini. Simak ulasan saya berikut ini:

Wednesday, January 6, 2016

Apa kata Napoleon tentang Yesus?

Siapapun pecinta sejarah dunia pasti mengenal Napoleon Bonaparte, sang penakluk yang terkenal. Ia adalah konsul pertama Prancis, serta akhirnya menjadi kaisar Prancis yang amat disegani. Ia bahkan membawa Prancis menguasai hampir seluruh Eropa kecuali Inggris dan Rusia.

Di masa-masa akhir kejayaannya ia mengalami banyak kekalahan hingga akhirnya ditangkap dan dibuang ke pulau Elba (11 April 1814). Tetapi ternyata banyak pasukan dan rakyat yang masih mencintai ia, akhirnya ia kembali lagi dari pembuangan dan kembali memimpin Prancis hingga kekalahannya yang terakhir di pertempuran Waterloo (18 Juni 1815), kemudian ia dibuang ke pulau Santa Helena yang amat terpencil di selatan Samudera Atlantik. Napoleon tinggal di pulau Santa Helena hingga akhir hayatnya pada 5 Mei 1821.

Namun yang akan diceritakan disini bukanlah kisah lengkap sejarah hidupnya dan pengaruh besarnya bagi negara Prancis dan dunia. Hal yang ingin diceritakan disini adalah bagaimana Napoleon yang terkenal dengan ucapan "dalam kamus hidupku tidak ada kata mustahil", merefleksikan perjuangannya dengan sosok yang amat dikaguminya yaitu Yesus Kristus.

Berikut ini adalah catatan sejarah yang dialami oleh Napoleon ketika ia diasingkan ke atas gunung batu St. Helena:

Saturday, January 2, 2016

Beberapa hal unik yang terjadi di Jakarta

Jakarta adalah kota megapolitan dengan "beragam" gedung pencakar langit, mall, dan dengan gubuk-gubuk pinggir kali yang "seragam". Bagi para WNI, Jakarta bukan hanya sebagai ibu kota tapi juga tempat menuntut ilmu, tempat berbelanja, tempat tinggal tetap, dll. Tapi jika disadari dan dilihat dengan baik ternyata di Jakarta juga terjadi hal-hal unik. Apa yang tertulis disini semuanya adalah pengalaman pribadi saya sebagai seorang mahasiswa yang menuntut ilmu di Jakarta.

Inilah beberapa hal unik yang mungkin hanya terjadi di Jakarta yang tercinta

1. Permasalahan di halte Transjakarta

Bagi anda yang selalu menggunakan TJ koridor IX (Pinang Ranti-Pluit, Grogol- Pinang Ranti, Grogol-PGC) tentu tidak asing dengan halte Semanggi. Bahkan sebenarnya semua orang di Jakarta pasti tau halte ini adalah salah satu halte TJ yang paling sibuk selain halte pusat harmoni.
Halte Semanggi arah Pluit/Grogol
foto ini adalah foto waktu halte tersebut rusak, sekarang haltenya sudah bagus hehehe

Jika anda cukup jeli pada jam orang pulang kantor maka anda akan melihat ada kesalahan yang terjadi disini. Tempat menaiki bus seharusnya adalah bagian pojok (lihat gambar yang ada kaca di ujung), sedangkan tempat para penumpang turun dari bus adalah bagian yang dekat dengan tangga ke atas (pada gambar ditunjukkan dengan banyaknya sampah).

Tapi yang terjadi justru sebaliknya, para calon penumpang selalu menunggu di tempat penurunan penumpang. Akibatnya? Sering terjadi desak-desakan antara penumpang yang ingin turun dan yang ingin naik ke dalam bus. Bahkan saya sendiri sampai harus ikut mengantri di tempat yang salah karena apabila mengantri di tempat yang seharusnya, terkadang bus pun tidak mau untuk mengambil penumpang yang berdiri di tempat yang benar (pojokan halte).

Hal ini uniknya hanya terjadi di halte Semanggi arah Pluit, tetapi di arah sebaliknya (Pinang Ranti, PGC) tidak terjadi hal ini. 

Beberapa masalah perilaku gamer di Indonesia

Santo Thomas Aquinas pernah berkata "masuk dari pintu orang keluar dari pintu kita"

Sebagai guru, banyak orang bertanya tak terkecuali keluarga sendiri, mengapa kamu masih bermain game? kan kamu guru, masa main game. Apakah guru tidak boleh bermain game? Apakah guru hanya harus berdiam diri di depan buku dan papan tulis? Tentu saja tidak, guru pun butuh rekreasi dan hiburan, lebih dari itu guru juga harus memahami keadaan yang terjadi utamanya anak muda di negara ini.

Saya adalah guru agama Katolik, tapi kadang-kadang saya masih menyempatkan diri s untuk bermain game dalam rangka melihat, meneliti, serta mengkritisi sikap para gamer yang kurang terpuji. Sikap-sikap yang saya tuliskan disini adalah hasil pengamatan saya selama bermain game bersama saudara maupun teman-teman saya.

Game online mungkin bisa memberi prestasi bagi banyak orang dengan menjuarai turnamen tertentu. Akan tetapi di balik itu semua, game online juga menyebabkan banyak orang menjadi lebih egois dan tidak jarang menghina dan merendahkan orang lain. Demikian beberapa masalah perilaku gamer yang ada di Indonesia:

Friday, December 18, 2015

Jika saya menjadi: orang tua

Sebelumnya niat menulis tentang fenomena-fenomena uniki yang terjadi di Jakarta, tapi entah kenapa akhirnya milih tema ini untuk coba ditulis dalam blog

Hari ini, 18 Desember 2015 rasanya menyedihkan setelah berhari-hari memantau berita sepak bola, akhirnya muncul berita mengejutkan yaitu "Jose Mourinho dipecat Chelsea untuk kedua kalinya". Sungguh sedih karena saya adalah pendukung Chelsea dan terutama penggemar Mourinho. Tapi ya sudahlah semoga Mou sukses di masa depannya, ia pelatih yang hebat dan bergelimang gelar.

Eitss kembali ke laptop, mengapa saya menulis ini? karena seringkali saya merasa kritis terhadap sikap dan perlakuan orang dewasa (baca: orang tua) di seluruh dunia. Saya juga terpengaruh dengan pemikiran kritis Antoine De Saint Exupery, penulis terkenal dari Prancis mengenai gambaran orang dewasa saat ini. 

Ya singkat kata, saya membayangkan seandainya nanti jalan hidup memang menuntun saya menjadi orang tua, kira-kira inilah yang akan saya ajarkan kepada anak saya: