Powered By Blogger

Monday, February 9, 2015

Tuhan memayungi orang yang patah hati

Alasan utama yang membuat saya menulis mengenai ini adalah Mazmur antar bacaan yang dinyanyikan pada Misa hari Minggu kemarin yaitu "Tuhan menyembuhkan orang yang patah hati" (Mzm 34:19). Sungguhkan Ia menyembuhkan anda yang sedang patah hati?


Sebelum itu tentunya harus diketahui apakah itu patah hati?
Patah hati, apakah itu patah hati? Patah hati merupakan keadaan dimana seseorang merasakan sakit hati yang luar biasa. Saat dimana seseorang merasa melakukan kegagalan yang fatal dan tidak diperbaiki lagi. Keadaan dimana seseorang merasa bahwa tidak ada harapan untuk apa yang telah terjadi sehingga segalanya menjadi gelap dan gelap.

Patah hati bisa terjadi ketika seseorang merasa kecewa karena pekerjaan, masalah keluarga, masalah studi, atau yang paling umum adalah masalah percintaan. Entah kenapa patah hati selalu dikaitkan dengan urusan percintaan karena tidak semua peristiwa patah hati terjadi akibat cinta. Tetapi karena cinta adalah segalanya maka cinta bisa membuat orang menjadi gila. Karena cinta membuat orang menjadi gila maka seringkali cinta membuat orang menjadi patah hati. Tetapi intinya patah hati bisa terjadi dalam segala hal. Contoh saja ketika anda mengincar suatu jabatan di tempat kerja dan karena terlalu mengharapkannya, anda mengorbankan segala sesuatu tetapi tetap gagal. Anda pasti akan patah hati. Tetapi seringkali memang patah hati terjadi karena urusan cinta. 

Tuesday, February 3, 2015

Tukang Kayu dan Dewa Danau

Sebenarnya cerita ini merupakan cerita rakyat di Eropa pada zaman dahulu, cerita ini sarat dengan nilai kejujuran

Suatu hari hiduplah seorang tukang kayu yang sudah tua dengan kapaknya yang sudah usang
Ketika ia sedang menebang kayu di pinggir sungai tanpa sengaja jatuhlah kapaknya ke dalam danau

Ia pun menangis dan terus meratapi kesialannya, tangisannya didengar oleh dewa danau yang menguasai danau tersebut

Sang Dewa pun muncul dan bertanya, katanya "mengapa kamu menangis wahai manusia penebang kayu?"

Tukang kayu itu berkata "kapakku satu-satunya yang selalu kujaga, satu-satunya alatku untuk mencari uang untuk membeli makan terjatuh ke dalam danau, aku tidak bisa berenang dan danau ini airnya sangat dalam".

Sang Dewa berkata "baiklah akan kuambilkan kapakmu itu", tidak lama kemudian Sang Dewa muncul lagi sambil membawa kapak yang berwarna emas, kemudian berkatalah Dewa "apakah ini adalah kapak milikmu?"

Tukang kayu itu berkata "bukan itu bukan kapakku".

Kemudian Sang Dewa membawa lagi sebuah kapak yang berhiaskan permata dan bersinar terang, lalu berkatalah Dewa "apakah ini adalah kapak milikmu?"

Tukang kayu itu berkata "bukan itu bukan kapakku".

Kemudian Sang Dewa membawa lagi sebuah kapak yang sudah usang dan rusak yang merupakan kapak si tukang kayu itu, lalu berkatalah Dewa "apakah ini kapak milikmu?

Tukang kayu itu berkata "betul itulah kapakku".

Kata Dewa itu "kamu adalah orang jujur pertama yang aku temui di negeri ini, sebagai hadiah atas kejujuranmu aku memberikanmu semua kapak ini, pakailah dan gunakanlah untuk hidupmu.

Tukang kayu itu berterima kasih dan pulang dengan bahagia

Cerita aslinya berakhir disini, tetapi saya coba menambahkan sedikit cerita (dikutip dari berbagai sumber juga), dan semoga menjadi refleksi, ceritanya adalah sebagai berikut:

Beberapa hari setelah itu, Tukang kayu tersebut kembali menangis di pinggir sungai dan kali ini ia menangis begitu kencang hingga Dewa Danau pun kembali muncul dan berkata kepadanya

Kata Dewa itu "mengapa kamu menangis lagi wahai tukang kayu, bukankah kamu sudah mendapatkan kapak yang lebih bagus?"

Tukang kayu itu berkata "istriku, satu-satunya wanita yang paling kucintai di dunia ini, belahan jiwaku tenggelam ke dalam danau, aku tidak bisa menolongnya karena aku tidak bisa berenang dan air danau ini sangat dalam".

Sang Dewa berkata "baiklah akan kuambilkan istrimu", tidak lama kemudian Sang Dewa muncul lagi dan membawa seorang wanita yang amat cantik dan memakai gaun yang bersinar terang, berkatalah dewa "apakah wanita ini adalah istrimu?"

Tukang kayu itu berkata "benar, itu adalah istriku!"

Sang Dewa dengan kecewa berkata "baru beberapa hari yang lalu aku mengenalmu sebagai orang yang paling jujur tetapi sekarang kamu berniat membohongi aku, apakah kamu tidak tahu bahwa aku adalah Dewa?
Tukang kayu itu berkata "maaf Dewa, saya tidak bermaksud membohongi Dewa, hanya saja saya takut seandainya saya berkata "bukan itu bukan istri saya". Saya takut Dewa akan membawa wanita lain yang lebih cantik dan jika saya berkata tidak lagi maka Dewa akan membawa yang lebih cantik lagi. Sampai akhirnya Dewa akan membawa istri saya yang asli dan memberi semua wanita itu bagi saya. Saya takut jika itu sampai terjadi, saya tidak ingin membohongi kesetiaan saya kepada istri saya. Akhirnya saya terpaksa berbohong dan maafkanlah saya yang telah berbohong"

Sang Dewa dengan heran berkata "sungguh kamu adalah orang yang paling jujur dan setia yang pernah aku temui, oleh sebab itu ini ambillah kembali istrimu, dan sebagai hadiah atas kejujuranmu aku akan memberikanmu berkat, setiap kali kamu datang ke danau ini, danau ini akan memberikan segala jenis makanan untuk menghidupi kamu, pulanglah, bergembiralah, dan jagalah satu-satunya wanita yang kamu cintai itu"

Akhirnya tukang kayu dan istrinya itu pulang dengan bahagia.


Selamat berfeleksi, Tuhan Yesus Memberkati, Bunda Maria merestui.....

Thursday, December 25, 2014

Sebuah Perjalanan Indah

Tulisan kali ini merupakan refleksi saya terhadap perjalanan saya di UKK Pastoran Atma Jaya, Jakarta mulai 2011 hingga 2014

Ya perjalanan saya dimulai sejak saya memasuki UNIKA Atma Jaya pada tahun 2011, awalnya saya tidak terlalu memperhatikan apa sih itu Pastoran atau untuk apa ikut Pastoran karena saya sudah aktif dalam paroki dan lingkungan.

Singkat kata akhirnya saya memilih untuk memasuki dunia Legio Mariae karena saya sendiri begitu ingin dekat dengan Bunda Maria. Inilah dasar dari perjalanan saya di Pastoran Atma Jaya, disini saya berkenalan dengan seorang bernama Dian yang mengajak saya untuk ikut PPL (Pekan Pelatihan Liturgi) 2011. Awalnya sempat ragu dan tidak mau ikut  tapi akhirnya saya ikut juga dan kegiatan inilah yang menjadi langkah awal saya di Pastoran Atma Jaya.

Tuesday, December 23, 2014

Natal yang Putih

Siapa yang tidak kenal lagu "White Christmas"? Lagu yang menggambarkan kerinduan seseorang tentang Natal Putih. Sebenarnya apakah Natal Putih itu? Saya sering bertanya dalam hati apakah Natal Putih dan ternyata Natal Putih adalah turunnya salju di hari Natal. Mengapa hal tersebut terasa spesial bagi beberapa orang termasuk saya?

Terkadang saya merasa hanyut dalam keheningan seandainya mendengarkan lagu tersebut, tidak tahu mengapa saya sering merasa sedih saat Malam Natal berlalu. Saya sering membayangkan saat Malam Natal saya berada dengan keluarga di suatu rumah di depan perapian sambil menyanyikan lagu Natal di tengah turunnya salju di luar rumah.


Entah mengapa hal tersebut terasa begitu indah, Malam Natal membuat saya ingin selalu berada di dalam rumah bahkan sekalipun saya sudah ada di dalam rumah.

Saat Malam Natal tiba saya selalu membayangkan saya adalah seorang anak kecil yang sedang bermain di tengah salju. Meskipun dingin tetapi tetap merasa hangat. Natal Putih memang dingin tapi kasih Natal itulah yang menjadi kehangatan di tengan malam yang dingin.

Malam Natal membuat saya susah tidur, ya itu karena saya merasa betapa cepatnya masa indah ini akan berlalu. Sayangnya kebanyakan orang saat ini kurang bisa memaknai Malam Natal yang Putih itu. Malam Natal adalah saatnya berkumpul dengan keluarga dan merasakan kasih Natal yang menghangatkan jiwa dan raga di tengah dinginnya salju (bagi belahan dunia utara). Kasih Allah yang begitu besar itu telah rela turun ke dalam rahim Perawan yang begitu putih dan lahir di kandang domba yang putih. Melalui itulah Ia membuat kegelapan dunia menjadi putih bersinar.

Tuesday, December 16, 2014

Orang Majus yang keempat

Kisah ini sebenarnya merupakant tradisi lisan yang diceritakan secara turun temurun dan menurut saya amat baik untuk direfleksikan dalam hati

Mungkin bagi sebagian uamt Protestan yang memiliki paham "Sola Scriptura" (hanya Kitab Suci) kisah ini adalah sesat atau lain-lain. Tapi saya juga menyatakan kepada anda bahwa amatlah baik anda merefleksikan kisah orang majus ke-empat ini.

Alkitab menceritakan ada tiga orang majus yang mengunjungi bayi Yesus di Bethlehem
Mereka adalah Baltasar, Gaspar (Kaspar), dan Melkhior (nama mereka tidak disebutkan dalam Alkitab dan hanya ada dalam tradisi)

Namun dalam tradisi diceritakan kisah orang majus keempat yang bernama Artaban, Putra Abgarus dari kota Erbaktana, orang Median
Ia adalah orang majus yang paling kaya di antara yang lain.

Diceritakan mereka berempat sudah berjanji untuk bertemu pada jam yang sama dan berjalan ke Bethlehem bersama serta sepakat akan meninggalkan siapapun yang terlambat datang ke tempat perjanjian

Artaban kemudian menjual seluruh harta bendanya dan membeli tiga batu indah yaitu sebuah Ruby, Permata, dan batu Saphire yang indah. Ia juga membeli kuda untuk perjalanannya dan membeli bekal yang dibutuhkan.

Artaban terlambat datang ke tempat pertemuan dan ketika ia datang ketiga temannya sudah berjalan menuju Bethlehem, maka berjalanlah ia seorang diri ke Bethlehem.

Sesampainya ia di Bethlehem ternyata bayi Yesus sudah tidak ada dan ketika ia sampai ia melihat keadaan begitu bergejolak dan pasukan Herodes membunuh bayi-bayi di Bethlehem (Mat 2:16-18).

Ketika ia masuk ke dalam suatu rumah ia menemukan seorang ibu sedang menangis ketika bayinya direbut paksa dan akan dipenggal oleh pasukan Herodes.

Tergeraklah hatinya oleh belas kasihan dan ia kemudian meminta pasukan itu untuk melepaskan si bayi dan menggantinya dengan batu Saphirenya yang indah. Selamatlah bayi itu dan si ibu amat berterima kasih atas pertolongan Artaban.


Sekarang persembahan untuk Sang Raja tinggal dua batu yaitu Ruby dan Diamond, dan Artaban pun kembali melanjutkan perjalanannya mencari Sang Raja.

Dalam perjalanannya ia menemukan seorang kakek tua yang miskin dan kedinginan pada suatu malam. Kakek miskin itu meminta bantuan Artaban untuk memberinya makan. Artaban yang pun kembali tergerak oleh belas kasih dan ia memberikan batu Diamond kepada si Kakek untuk dijual dan membeli makanan.

"Biarlah batu Ruby ini yang menjadi satu-satunya persembahanku untuk Sang Raja, ini batu paling indah sedunia" pikir Artaban.

Sekarang hanya tinggal satu persembahan yang bisa ia berikan kepada Sang Raja dan itu adalah batu paling indah.

Tiga puluh tahun berlalu dan Artaban telah menjadi seorang tua yang tertatih-tatih berjalan, ia mendengar kabar bahwa Raja yang dilahirkan di Bethlehem itu hendak disalibkan di Yerusalem. Ia pun bergegas menuju Golgota dengan tujuan melepaskan Sang Raja dengan membayar menggunakan batu Ruby yang ia punya.

Di tengah jalan menuju Golgota ia melihat seorang anak perempuan berlari dan dikejar oleh beberapa pria gemuk.

Kata anak itu "tuan tolong saya, ayah saya berhutang kepada orang-orang itu dan saya hendak dijadikan budak untuk membayar hutang ayah saya tapi saya tidak mau, tolong saya tuan"

Berkecamuklah hati Artaban, sekarang hanya tinggal satu batu tersisa dan merupakan batu permata paling indah sedunia. "Batu ini untuk menyelamatkan Sang Raja atau anak kecil ini?"

Akhirnya Artaban memutuskan untuk menolong anak kecil itu dan ia menyerahkan batu permata yan terakhir itu kepada si pria gemuk.

Setelah itu ia menangis dan merasa kecewa dan gagal dalam hidupnya. Ia tidak bisa bertemu Sang Raja dan tidak bisa menyelamatkan-Nya.

Tiba-tiba terjadi gempa bumi yang hebat dan ia pun terjatuh dan terbentur kepada batu.

Sayup-sayup terdengar suara yang memanggilnya "Artaban, Artaban".

Kata Artaban, "siapakah Engkau? apakah Engkau adalah Sang Raja".

Kata suara itu "Artaban terima kasih atas segala yang telah kamu berikan dan terima kasih untuk tiga batu permata ini, kamu telah memberikannya kepadaku sebab apapun yang kamu lakukan untuk salah satu saudaraku yang hina ini kamu telah melakukannya untuk aku".


Kemudian meninggallah Artaban namun ia tersenyum karena hadiahnya telah sampai ke tangan Sang Raja yang hadir dalam diri seorang bayi yang akan dipenggal, seorang kakek tua, dan seorang perempuan yang hendak dijadikan budak.

Friday, November 7, 2014

Kisah sedih para sahabat pembantu manusia

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah  banyak  ; penuhilah bumi  dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas  ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.  " (Kej 1:28)

Itulah bunyi ayat yang memberi kuasa bagi manusia untuk berkuasa atas segala ciptaan di dunia. Tetapi pada kenyataannya, seringkali ayat tersebut disalahartikan oleh beberapa orang yang mennganggap karena dirinya berkuasa maka ia boleh menganiaya ciptaan lainnya.

Pada posting kali ini secara khusus saya ingin menyoroti masalah penganiayaan hewan yang kerap terjadi di beberapa tempat

Suatu kali ketika hendak ke kampus saya menemukan anak kucing yang terpisah dari induknya sedang mengeong kelaparan. Sayangnya sama sekali tidak ada orang yang mau menolongnya, saya sendiri tidak bisa membawanya ke rumah karena saya memiliki anjing yang bisa saja membunuh si anak kucing saat saya tidak di rumah. 

Akhirnya saya memutuskan untuk memberikannya susu dan saya mencari rumah kosong untuk meletakannya (minimal supaya dia tidak terancam dengan motor dan mobil di jalanan). Sayangnya saya tidak menemukan si anak kucing ketika saya pulang, dan sampai saat ini saya tidak tahu nasibnya. Semoga ia sudah bertemu dengan induknya lagi.

Sebagai pencinta dan pelatih anjing saya sering merasa iba ketika melihat anjing yang kelaparan di pinggir jalan. Setiap hari di salah satu group facebook untuk pencinta anjing selalu ada laporan mengenai anjing terlantar. Saya sedih mendengarnya dan ingin menolong tetapi sayangnya keluarga saya sudah banyak memiliki anjing.




Saya tidak pernah mengerti apa yang membuat manusia dengan mudahnya membuang binatang atau menyiksa binatang  dan membuatnya terlantar!

Kebanyakan (sekitar 85%) kasus anjing terlantar disebabkan oleh manusia yang membuangnya. Seringkali banyak orang dengan angkuhnya memelihara anjing sejak kecil dan ketika sudah besar membuangnya karena menganggapnya tidak lucu lagi. Padahal setiap breeder yang baik pasti akan menanyakan komitmen dari pembeli anjing, apakah si pembeli akan dengan setia merawat anjingnya?

Lebih parahnya lagi, para breeder banyak yang tidak menanyakan komitmen pembeli dan dengan senangnya mengawinkan anjing-anjing dengan cepat. Sehingga para anjing menjadi objek semata demi keuntungan! Padahal meskipun mereka adalah binatang namun mereka memiliki hati dan kesetiaan kepada tuannya. 

Berbeda dengan ayam, anjing dan kucing bukanlah hewan ternak, mereka adalah hewan peliharaan yang mampu memberikan kesetiaan bagi manusia. Dalam hal ini terutama anjing yang memiliki kesetiaan sangat besar kepada tuannya.

Bagi anda yang pernah menonton film "Hachi a dog's story" pasti anda tahu betapa setianya seekor anjing. Bagaimana bisa seekor anjing mampu menanti tuannya selama 9 tahun padahal tuannya sudah meninggal dunia? Hal tersebut menunjukkan terkadang kesetiaan manusia yang berakal budi kalah oleh kesetiaan seekor anjing yang tidak memliki akal budi. Ironis! Memang sangat ironis.

"Kesetiaan itu tidak akan pernah habis selama-lamanya"
(Film Hachi A Dog's Story)

Tetapi saat ini semakin banyak pula orang yang peduli dengan keadaan para sahabat manusia itu, salah satunya adalah Drh (Dokter Hewan) Susan Somali yang mendirikan "Pejaten Animal Shelter" yang saat ini tengah menampung sekitar 300 anjing terlantar! Harapannya adalah ada orang yang berniat peduli dan mau untuk menyayangi sesama ciptaan lainnya sehingga semakin hari jumlah anjing terlantar diharapkan semakin berkurang.  Apalagi perlindungan hewan di Indonesia sudah diatur dalam undang-undang (KUHP  302) dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara bagi orang yang menyiksa dan menelantarkan hewan peliharaan.




Sebagai makhluk berakal budi marilah kita semua untuk tidak melupakan hewan-hewan yang sudah banyak membantu kita. Jangan menjadikan hewan-hewan itu sebagai pemuas kebutuhan dan kekayaan belaka.

Sebagai penganut Katolik yang taat, saya amat mendalami spiritualitas yang diajarkan oleh Santo Fransiskus Assisi yaitu "menjadikan segala makhluk sebagai saudara"




Sudah waktunya kita semua melakukan rekonsiliasi dan berdamai dengan para ciptaan lainnya. Tumbuhan, Binatang, dan segala ciptaan lainnya juga memiliki hak hidup. Memang kita berkuasa atas ciptaan liannya (Kej 1:28) tetapi itu tidak berarti kita sebagai manusia boleh bertindak sewenang-wenang terhadap para ciptaan lain. Melainkan kita harus menjaga, melestarikan, dan bersahabat dengan segala ciptaan lainnya.

Itulah kuasa yang diberikan Allah ketika Ia menciptakan manusia, yaitu kuasa untuk bertanggung jawab menjaga segala ciptaan yang ada karena Allah pun tidak hanya menciptakan tetapi juga menjaga segala ciptaan-Nya.


Wednesday, October 22, 2014

Misdinar Oh Misdinar Part III

Suatu hari ada di sebuah komunitas misdinar paroki terdapat seorang junior yang begitu rajin mengikuti latihan misdinar setiap hari Minggu. Suatu hari ia merasa terpana melihat seniornya betugas memegang wirug dan memegang tongkat Uskup. Baginya misdinar yang memegang wirug, tongkat uskup, dan alat berat lainnya itu keren. Ia pun merasa ingin cepat bisa seperti seniornya karena baginya memegang wirug dan tongkat Uskup adalah hal yang keren


Ia pun datang kepada seniornya dan bertanya demikian:

Junior : Kak, aku mau jadi misdinar yang hebat dan aku mau mencoba menggunakan alat-alat berat seperti wirug, memegang tongkat uskup, dll. Berapa lama lagi kira-kira aku diperbolehkan untuk menjalankan tugas-tugas itu?

Senior: Hmmmm.... 1 tahun

Junior: 1 tahun itu lama kak, seandainya aku belajar intensif dan terus menerus, berapa lama kira-kira aku diperbolehkan untuk menjalankan tugas-tugas seperti itu?

Senior: nah karena itu kamu butuh waktu 2 tahun

Junior: Kenapa semakin lama kak? Seandainya setiap hari saya belajar intensif dan datang ke Gereja sepanjang waktu, berapa lama waktu yang saya butuhkan?

Senior: Sekarang waktunya menjadi 10 tahun.


Semakin kita terburu-buru justru kita akan semakin jauh dari tujuan. Semakin kita mengejar kemegahan justru akan mendapat kesia-siaan, yang harus dilakukan adalah menghayati setiap waktu dengan penuh penghayatan. Sehingga apa yang kita lakukan menjadi sungguh bermakna bagi orang lain. Ketika keinginan untuk belajar itu hanya didasarkan pada keinginan dipandang "wah" maka pengetahuan yang didapat pun akan menjadi sia-sia. Karena pengetahuan sejati akan didapatkan apabila kita mau menghayati setiap saat dengan sebaik-baiknya.

Tuhan memberkati